Aktivitas Dalam Belajar
Aktivitas, dalam mengikuti proses pembelajaran, sangat menentukan hasil
belajar siswa, terutama aktivitas siswa dalam mengikuti proses belajar
mengajar. Dalam beraktivitas, siswa tidak hanya mendengar dan mencatat
seperti yang sering dijumpai disekolah-sekolah tradisional. Diendrich
(dalam Sardiman, 2005:101) membuat suatu daftar yang berisi 177 macam kegiatan siswa, yang dapat digolongkan antara lain sebagai berikut:
a. Visual activities, yang termasuk didalamnnya misalnya: membaca, memperhatikan gambar demontrasi, percobaan, pekerjaan orang lain;
b. Oral activities, seperti: menanyakan, meneruskan, bertanya, memberi saran, mengeluarkan pendapat, mengadakan wawancara, diskusi, interupsi;
c. Listening activities, sebagai contoh: mendengarkan, uraian, percakapan, diskusi, musik, pidato;
d. Writing activities, seperti; menulis cerita, karangan, laporan, angket, menyalin;
e. Drawing activities, misalnya: menggambar, menggambar grafik, peta diagram;
f. Motor activities, yang termasuk di dalamnya: melakukan percobaan, melakukan konstruksi, mereparasi model, bermain, berkebun, berternak;
g. Mental activities, misalnya: menggali, mengingat, memecahkan soal, menganalisis, melihat hubungan, mengambil keputusan;
h. Emotional activities, misalnya: menaruh minat, merasa bosan, gembira, bersemangat, bergairah, berani, tenang, dan gugup.
Dalam proses pembelajaran tersebut, siswa juga dituntut aktif karena
pada prinsipnya belajar adalah suatu pembelajaran. Selain itu siswa juga
harus aktif dalam mengikuti proses belajar melakukan sesuatu untuk
mengubah tingkah laku (dari yang tidak bisa menjadi bisa atau dari yang
belum mengerti menjadi lebih mengerti) sebagai aktivitas dalam proses
pembelajaran. Aktivitas siswa dalam belajar merupakan unsur yang sangat
penting dalam menentukan efektif tidaknya mengajar sehingga dapat
mengembangkan potensi yang ada pada dirinya. Proses pembelajaran
dikatakan efektif apabila siswa secara aktif ikut terlibat langsung
dalam pengorganisasian dan penemuan informasi (pengetahuan) sehingga
mereka tidak hanya menerima secara pasif pengetahuan yang diberikan oleh
guru.
Menurut Hendrawijaya (1999:24) aktivitas belajar adalah aktivitas yang
bersifat fisik maupun mental. Dalam proses pembelajaran kedua aktivitas
tersebut harus selalu terkait. Seorang siswa akan berfikir selama ia
berbuat, tanpa berbuat maka siswa tidak berfikir. Oleh karena itu agar
siswa aktif berfikir maka harus diberikan untuk berbuat. Dengan demikian
aktivitas belajar siswa adalah serangkaian kegiatan siswa baik fisik
maupun mental yang saling berkaitan selama proses pembelajaran sehingga
tercipta belajar yang optimal.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa aktivitas adalah
segala tingkah laku siswa pada saat mengikuti kegiatan belajar mengajar
baik yang bersifat fisik maupun mental. Aktivitas merupakan prinsip atau
asas yang sangat penting dalam interaksi belajar. Tanpa adanya
aktivitas, proses belajar mengajar tidak dapat berlangsung dengan baik,
karena pada prinsipnya belajar adalah berbuat, dan setiap orang yang
belajar harus aktif. Jadi, aktivitas juga berperan dalam menentukan
keberhasilan belajar mengajar.
